Utamakan ketenangan, kemudahan pasti menemukan jalannya.
jangan lupa berdoa memohon kemudahan kepada Allah.
Kemarin
saat saya mencoba memperbaiki rem depan motor saya , di pikiran saya itu mudah
saja. sebelumnya saya sudah menonton tutorialnya di youtube, sehingga saya
tinggal praktekkan. Ternyata tak semudah yang dibayangkan, dari awal saya
langsung disuguhkan oleh tantangan.
Dari
mulai membuka baut selang rem yang ternyata keras dan kunci ring 12 yang
terlambat saya lihat keberadaannya. Saya mencoba menggunakan kunci segitiga
tapi tidak bisa. lalu saya mencoba membuka
baut penutup master rem dengan obeng plusnya, saat saya memutar bautnya
ternyata keras. Saya agak panik dan langsung berfikir wah bakalan gagal ini
kalau bautnya sampai tidak bisa terbuka.
Dari dua baut penutup master rem yang saya
putar sama sekali tidak bisa, kemudian saya mencoba opsi lain dengan mengetoknya menggunakan obeng dan berhasil
terbuka, lalu saya coba baut di sebelahnya dengan mengetoknya beberapa kali
tapi hasilnya nihil.
Saya
kemudian sedikit paksakan dan bautnya malah dol. andai saya sedikit bersabar
dengan memutarnya perlahan mungkin baut tidak sampai rusak. Tapi karena rasa
frustasi mulai mengusikku sehingga saat membukanya saya agak buru-buru.
Akhirnya saya putuskan untuk berhenti sejenak
dan menenangkan pikiran yang sudah mulai gusar. Lalu saya kepikiran mencobanya
dengan menggunakan obeng plat kecil kemudian saya ketok dengan keras beberapa kali
dan berhasil terbuka.perasaan saya jadi lega. Akhirnya satu persatu hambatan
ini bisa teratasi.
Namun,
hambatan tidak berhenti di situ. Rintangan selanjutnya adalah membuka baut
selang rem, entah kenapa kesusahan ini semakin menjadi saat pikiran sudah mulai
panik. Yang terbayang dipikiran saya adalah impact yang sudah banyak digunakan
para mekanik di bemgkel karena kepraktisannya dalam membuka dan mengencangkan
baut. Tapi saya tidak boleh terlalu jauh membayangkan alat itu karena harganya
yang belum kusanggupi saat ini, tapi memeilikinya adalah dambaan, meski hanya
sesekali digunakan terutama saat ada baut susah dibuka.
Setelah
baut selang rem itu terbuka, yang paling membuat saya pusing adalah saat
melepas piston kaliper. Pertama saya mencobanya dengan menarik menggunakan tang
yang saya lapisi dengan kardus untuk meminimalisir goresan pada piston kaliper.
Sayang, percobaan pertama gagal, akhirnya saya ambil jeda sembari mencari
tutorial di youtube.
Rasa ingin menyerah ketika berbagai tutorial
yang kubuka, tidak sesuai yang saya harapkan. Ada yang ditiup dengan kompresor,
ada yang dipanaskan. Tapi petunjuk itu selalu ada, solusi itu selalu ada. Di
akhir-akhir saya menemukan tutorial yang
menurutku gampang dan alat yang digunakan tersedia. Tidak menunggu lama, saya
langsung coba mempraktekkannya dan Alhamdulillah berhasil.
Alatnya cukup sederhana, hanya butuh kunci ring 12 dan kunci ring 15 dimasukkan
ke lubang piston, lalu tekan kedua ujung kunci ring sekuatnya kemudian putar perlahan sampai pistonnya
keluar.
Waktu saya istirahat sebelumnya, kaliper
tersebut saya rendam dengan sabun colek
dengan maksud agar celah piston dan kaliper menjadi licin. Pada cara pertama
saya juga sudah lumuri oli dan mencabutnya dengan tang tapi sama sekali tidak
ada gerakan.
Saat
memasang kembali part-partnya, tidak ada lagi kesulitan yang berarti. Hanya
saja ketika memasukkan minyak rem ke kaliper butuh sedikit kesabaran untuk
menyetel remnya sampai bisa berfungsi dengan baik.
Inilah
cerita saya saat belajar bongkar pasang rem depan motor saya. Ini pertama
kalinya saya mencoba membongkar pengereman cakram depan motor.
Pelajaran
apa yang saya dapat dari kejadian ini?. Pertama pengalaman dan pelajaran baru. Akhirnya saya bisa bongkar
pasang rem depan motor saya, mulai dari master rem sampai kalipernya. Bagi
0rang awam seperti saya, ini sangat berarti.
Apapun
yang kita kerjakan memang dianjurkan untuk bekerja dengan tenang, berbagai
rintangan pasti akan ada tapi jika kita gampang panik
justru masalah yang dihadapi semakin sulit mendapat solusinya karena otak tidak
bisa bekerja dengan baik yang justru mengganggu konsentrasi. Kita butuh
menenangkan diri sampai emosi mereda dan
rasa frustasi sudah bisa dikendalikan lagi barulah mulai merencanakan solusi
kembali.
Selanjutnya kejadian itu mengajarkan saya pentingnya sabar,
bukan mendahulukan keputusasaan karena pasti ada solusi dari setiap masalah.
Selama proses bongkar pasang kaliper motor , pikiran saya sering dibayangi wah
tidak bisa jadi nih, wah saya butuh tools nih untuk memudahkan, aduh pasang
lagi saja harus ke bengkel nih. Tapi saya harus berusaha bersabar sembari
mengatur nafas agar rasa frustasi tidak mengendalikan saya. Akhirnya
solusi-solusi itu datang satu persatu.
Saat sedang menghadapi
suatu masalah hal yang paling penting kita lakukan adalah tenang dan sabar.
Bagiku ini adalah pelajaran yang sangat berharga.