Pages

Jumat, 02 Oktober 2026

mengutamakan ketenangan saat bekerja.

 Utamakan ketenangan, kemudahan pasti menemukan jalannya.

jangan lupa berdoa memohon kemudahan kepada Allah.

Kemarin saat saya mencoba memperbaiki rem depan motor saya , di pikiran saya itu mudah saja. sebelumnya saya sudah menonton tutorialnya di youtube, sehingga saya tinggal praktekkan. Ternyata tak semudah yang dibayangkan, dari awal saya langsung disuguhkan oleh tantangan.

Dari mulai membuka baut selang rem yang ternyata keras dan kunci ring 12 yang terlambat saya lihat keberadaannya. Saya mencoba menggunakan kunci segitiga tapi tidak bisa. lalu saya  mencoba membuka baut penutup master rem dengan obeng plusnya, saat saya memutar bautnya ternyata keras. Saya agak panik dan langsung berfikir wah bakalan gagal ini kalau bautnya sampai tidak bisa terbuka.

 Dari dua baut penutup master rem yang saya putar sama sekali tidak bisa, kemudian saya mencoba opsi lain dengan  mengetoknya menggunakan obeng dan berhasil terbuka, lalu saya coba baut di sebelahnya dengan mengetoknya beberapa kali tapi hasilnya nihil.

Saya kemudian sedikit paksakan dan bautnya malah dol. andai saya sedikit bersabar dengan memutarnya perlahan mungkin baut tidak sampai rusak. Tapi karena rasa frustasi mulai mengusikku sehingga saat membukanya saya agak buru-buru.

 Akhirnya saya putuskan untuk berhenti sejenak dan menenangkan pikiran yang sudah mulai gusar. Lalu saya kepikiran mencobanya dengan menggunakan obeng plat kecil kemudian saya ketok dengan keras beberapa kali dan berhasil terbuka.perasaan saya jadi lega. Akhirnya satu persatu hambatan ini bisa teratasi.

Namun, hambatan tidak berhenti di situ. Rintangan selanjutnya adalah membuka baut selang rem, entah kenapa kesusahan ini semakin menjadi saat pikiran sudah mulai panik. Yang terbayang dipikiran saya adalah impact yang sudah banyak digunakan para mekanik di bemgkel karena kepraktisannya dalam membuka dan mengencangkan baut. Tapi saya tidak boleh terlalu jauh membayangkan alat itu karena harganya yang belum kusanggupi saat ini, tapi memeilikinya adalah dambaan, meski hanya sesekali digunakan terutama saat ada baut susah dibuka.

Setelah baut selang rem itu terbuka, yang paling membuat saya pusing adalah saat melepas piston kaliper. Pertama saya mencobanya dengan menarik menggunakan tang yang saya lapisi dengan kardus untuk meminimalisir goresan pada piston kaliper. Sayang, percobaan pertama gagal, akhirnya saya ambil jeda sembari mencari tutorial di youtube.

  Rasa ingin menyerah ketika berbagai tutorial yang kubuka, tidak sesuai yang saya harapkan. Ada yang ditiup dengan kompresor, ada yang dipanaskan. Tapi petunjuk itu selalu ada, solusi itu selalu ada. Di akhir-akhir saya menemukan tutorial  yang menurutku gampang dan alat yang digunakan tersedia. Tidak menunggu lama, saya langsung  coba  mempraktekkannya dan Alhamdulillah berhasil. Alatnya cukup sederhana, hanya butuh kunci ring 12 dan kunci ring 15 dimasukkan ke lubang piston, lalu tekan kedua ujung kunci ring sekuatnya   kemudian putar perlahan sampai pistonnya keluar.

 Waktu saya istirahat sebelumnya, kaliper tersebut  saya rendam dengan sabun colek dengan maksud agar celah piston dan kaliper menjadi licin. Pada cara pertama saya juga sudah lumuri oli dan mencabutnya dengan tang tapi sama sekali tidak ada gerakan.

Saat memasang kembali part-partnya, tidak ada lagi kesulitan yang berarti. Hanya saja ketika memasukkan minyak rem ke kaliper butuh sedikit kesabaran untuk menyetel remnya sampai bisa berfungsi dengan baik.

Inilah cerita saya saat belajar bongkar pasang rem depan motor saya. Ini pertama kalinya saya mencoba membongkar pengereman cakram depan motor.

Pelajaran apa yang saya dapat dari kejadian ini?. Pertama pengalaman dan  pelajaran baru. Akhirnya saya bisa bongkar pasang rem depan motor saya, mulai dari master rem sampai kalipernya. Bagi 0rang awam seperti saya, ini sangat berarti.

Apapun yang kita kerjakan memang dianjurkan untuk bekerja dengan tenang, berbagai rintangan pasti akan ada tapi jika kita gampang panik justru masalah yang dihadapi semakin sulit mendapat solusinya karena otak tidak bisa bekerja dengan baik yang justru mengganggu konsentrasi. Kita butuh menenangkan diri  sampai emosi mereda dan rasa frustasi sudah bisa dikendalikan lagi barulah mulai merencanakan solusi kembali.

Selanjutnya kejadian itu mengajarkan saya pentingnya sabar, bukan mendahulukan keputusasaan karena pasti ada solusi dari setiap masalah. Selama proses bongkar pasang kaliper motor , pikiran saya sering dibayangi wah tidak bisa jadi nih, wah saya butuh tools nih untuk memudahkan, aduh pasang lagi saja harus ke bengkel nih. Tapi saya harus berusaha bersabar sembari mengatur nafas agar rasa frustasi tidak mengendalikan saya. Akhirnya solusi-solusi itu datang satu persatu.

 Saat sedang menghadapi suatu masalah hal yang paling penting kita lakukan adalah tenang dan sabar.

Bagiku ini adalah pelajaran yang sangat berharga.